Genre : Fiksi
Judul : Falsafah Remaja
Futuristis
Kerangka :
Semesta kini sedang
diuji. Separuh populasi manusia punah seketika. Mentari pagi yang harusnya
menyinari bumi, tetapi kini terhalang oleh pandemi. Namun, seluruh ilmuwan
bahkan para remaja diseluruh bangsa turut berjuang untuk menghentikan makhluk
kecil tak kasat mata ini. Sama halnya dengan kelima remaja asal Indonesia dari
berbagai daerah yang berpikir secara futuristis berkumpul membangun aspirasi serta
solusi untuk menghentikan pandemi. Bagja, Arthur, Beta, Ida Ayu Caya Dharmesta,
Dharma, dan Annchi berkumpul kembali setelah lama tidak bertemu. Pertemuan ini
merupakan pertemuan kedua mereka setelah beberapa waktu lalu menghadiri acara
tingkat nasional sebagai perwakilan disetiap SMA-nya. Dan pada akhirnya, mereka
harus menghadapi segala rintangannya.
Bab 1 (Tak kenal maka tak
sayang) :
Pengenalan kelima tokoh
dalam cerita ini, yaitu Bagja, Arthur, Beta, Ida Ayu Caya Dharmesta, Dharma,
dan Annchi yang memiliki karakter, sifat, dan budaya yang berbeda beda.
Bab 2 (2020) :
Keadaan dunia dikehidupan
pandemi yang semakin memburuk. Bahkan, separuh populasi manusia, hewan, dan
tumbuhan punah seketika. Walaupun vaksin dari pandemi ini sudah ditemukan,
tetapi hal tersebut tidak berpengaruh apapun. Lalu, seluruh ilmuwan dan aspek
pendukung lainnya sudah ikut berjuang semaksimal mungkin.
Bab 3 (Stigma yang
ditolak) :
Ada beberapa aspirasi
dari kelima tokoh ini, akan tetapi hal tersebut ditolak secara mentah-mentah
oleh para ahli. Karena mereka menganggap itu hanya candaan semata.
Bab 4 (Tetap berjuang
walau dianggap sebelah mata) :
Mereka berlima tetap
berjuang dalam mengembalikan keadaan bumi seperti semula. Mencari sebuah jalan
keluar atau solusi menghentikan pandemi yang semakin membeludak.
Bab 5 (Tak ada pilihan
lain) :
Pada akhirnya seluruh
dunia tertuju pada mereka berlima dan semua aspek yang menolak mereka kini
berbalik arah menjadi sebuah bentuk dukungan yang luar biasa.
Bab 6 (Bumi yang tak layak
dihuni) :
Pindahnya umat manusia ke
planet yang tak terduga.
Bab 7 (Fantasi) :
Ternyata ini hanyalah
mimpi di 2020. Ketika melihat kalender, 2021 telah tiba dan pandemi ini pun
sudah tiada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar