Sabtu, 19 September 2020

Putra Muhamad Wiradirja

Genre : Fiksi

Judul : Falsafah Remaja Futuristis

 

Kerangka :

Semesta kini sedang diuji. Separuh populasi manusia punah seketika. Mentari pagi yang harusnya menyinari bumi, tetapi kini terhalang oleh pandemi. Namun, seluruh ilmuwan bahkan para remaja diseluruh bangsa turut berjuang untuk menghentikan makhluk kecil tak kasat mata ini. Sama halnya dengan kelima remaja asal Indonesia dari berbagai daerah yang berpikir secara futuristis berkumpul membangun aspirasi serta solusi untuk menghentikan pandemi. Bagja, Arthur, Beta, Ida Ayu Caya Dharmesta, Dharma, dan Annchi berkumpul kembali setelah lama tidak bertemu. Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua mereka setelah beberapa waktu lalu menghadiri acara tingkat nasional sebagai perwakilan disetiap SMA-nya. Dan pada akhirnya, mereka harus menghadapi segala rintangannya.

 

Bab 1 (Tak kenal maka tak sayang) :

Pengenalan kelima tokoh dalam cerita ini, yaitu Bagja, Arthur, Beta, Ida Ayu Caya Dharmesta, Dharma, dan Annchi yang memiliki karakter, sifat, dan budaya yang berbeda beda.

 

Bab 2 (2020) :

Keadaan dunia dikehidupan pandemi yang semakin memburuk. Bahkan, separuh populasi manusia, hewan, dan tumbuhan punah seketika. Walaupun vaksin dari pandemi ini sudah ditemukan, tetapi hal tersebut tidak berpengaruh apapun. Lalu, seluruh ilmuwan dan aspek pendukung lainnya sudah ikut berjuang semaksimal mungkin.

 

Bab 3 (Stigma yang ditolak) :

Ada beberapa aspirasi dari kelima tokoh ini, akan tetapi hal tersebut ditolak secara mentah-mentah oleh para ahli. Karena mereka menganggap itu hanya candaan semata.

 

Bab 4 (Tetap berjuang walau dianggap sebelah mata) :

Mereka berlima tetap berjuang dalam mengembalikan keadaan bumi seperti semula. Mencari sebuah jalan keluar atau solusi menghentikan pandemi yang semakin membeludak.

 

Bab 5 (Tak ada pilihan lain) :

Pada akhirnya seluruh dunia tertuju pada mereka berlima dan semua aspek yang menolak mereka kini berbalik arah menjadi sebuah bentuk dukungan yang luar biasa.

 

Bab 6 (Bumi yang tak layak dihuni) :

Pindahnya umat manusia ke planet yang tak terduga.

 

Bab 7 (Fantasi) :

Ternyata ini hanyalah mimpi di 2020. Ketika melihat kalender, 2021 telah tiba dan pandemi ini pun sudah tiada.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kumpulan puisi aku dan bumi

Tema: Kesedihan   1.Rindu   Dikala fajar menyingsing Dikala burung bernyanyi Desiran daun tertiup angin Desiran rindu menjadi tangis   Burun...