Minggu, 20 September 2020

Kumpulan Puisi

Gendre : Fiksi

Nama : Siska Haunan Nabila

Kelas : X IPA 8


“Mentari”

Karya: Siska Haunan Nabila

Mentari nan agung semesta

Yang terlihat sekasat mata

Bak cerita,

Yang tak terukir oleh logika

Wahai pencipta

Kekagumanku sulit dipendam,

sulit diucapkan

Hingga saat ini

Pesonamu belum mampu kuurai


Duhai penerus bangsa

Engkau begitu merusuk hati

Hingga menyudutkan alam semesta

Lupa akan Tuhan, yang telah menciptakan

Mengapa tuhan menciptakan dua mata?

Tatkala memandang sebelah mata

Mereka tak sadar akan suatu hal

Tuhan menciptakan mata untuk memandang dunia.



“Tuhan, sebagai penolongku”

Karya: Siska Haunan Nabila

Tuhan...

 

Dengan pertolongan-Mu

Selalu ku menyambut hari

Dengan senyum dan harapan

Dengan pertolongan-Mu

Ku tanamkan hati yang kuat

Dari gundah gulana dan kegelisahan

Bersandar kepada-Mu

Selalu bermanfaat pada dunia

Dengan memiliki sesuatu mengiringi usaha

Dengan kesederhanaan yang kau beri

Lalu segenap raga dan fikir kucoba

Dan kini cinta-Nya

Mengiring langkahku

Selanjutnya,

Ku serahkan semua urusan kepada-Nya

Menjadikanku

Sosok yang kuat dan Tangguh

Dalam menghadapi

Segala ujian dan tantangan


 

 

 

 

“Ayah”

Karya: Siska Haunan Nabila

Ayah…

Pagi Malam pun berlalu

Awan bergerak

Diiringi matahari dari Timur ke Barat

Di saat awal fajar hingga petang

Tangis lirih terucap

Ketika…

Rasa letih membajirinya

Rintihan doa dalam langkahnya

Begitu luluh terdengar

Semua itu...

Demi sanak di rumah

 

 

 


“Ibu”

Karya: Siska Haunan Nabila

 

Ibu…

Lantunan setiap pagi kudengar

Setiap ayat ‘kau lafalkan

Sungguh

Doamu yang tak terbatas

Hatimu yang begitu lembut

Penuh kasih sayang

Bahkan tak tebalas

Bukti akan cinta keabadianmu

 

Ibu…

Begitu banyak kenangan bersamamu

Tak ingin rasanya

Mendengar isak tangis lirihmu

Aku bahagia

Ketika bisa membuatmu tertawa

Senyum yang kau ukir di bibirmu

Hilang rasa penat hari-hariku

Dengan pribadimu yang mengagumkan

Beriiring dengan kasih sayang dan cintamu

Yang luar biasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kumpulan puisi aku dan bumi

Tema: Kesedihan   1.Rindu   Dikala fajar menyingsing Dikala burung bernyanyi Desiran daun tertiup angin Desiran rindu menjadi tangis   Burun...